Q: Pressure Transducer, apakah standard?

April 15, 2014 6 comments

Ada salah satu teman TeknisiInstrument yang membuka diskusi seperti berikut:

q-transducer

 

 

 

 

 

 

TeknisiInstrument menganggap hal ini menarik, mengapa? Silakan disimpulkan :)


 

Pak xxxx (atau ibu, mohon maaf jika salah :) ) << Nama sengaja disamarkan, karena (mungkin) alasan privacy :)
Salam kenal kembali.

Menurut TeknisiInstrument , dibilang standar juga tidak. Tergantung dari jenis pembacaan yang diinginkan. Jika pembacaan tekanan yang diperlukan hanya pada local gauge, dan tidak ada device lain yang memerlukan sinyal bacaan tekanan tersebut, maka sebuah pressure gauge (pressure indicator, atau manometer) juga sudah cukup.
Tetapi lain ceritanya jika sinyal bacaan tekanan tersebut diperlukan oleh peralatan lain semisal digital remote indicator, controller, recorder, DCS, PLC dan lain-lain, maka akan memerlukan sebuah alat ukur tekanan yang memiliki kemampuan mengirimkan sinyal bacaan tekanan tersebut. Alat tersebut umumnya disebut pressure transmitter. Yang distandarkan biasanya sinyalnya, umumnya berupa arus listrik dengan kisaran 4-20mA, ada pula yang memakai sinyal tegangan 0-5VDC, 1-5VDC dll.

Alasannya?
Best practice saja. logikanya begini: Jika kita hanya perlu membaca tekanan, maka pressure gauge (manometer atau pressure indicator) saja sudah cukup. Jika kita ingin mengirimkan sinyal bacaan tekanan tersebut ke alat lain semisal controller/recorder, maka kita perlu alat pembaca tekanan yang memiliki kemampuan mengirim sinyal. Jika controller-nya berupa controller elektronik, maka kita perlu alat ukur tekanan yang mampu mengirimkan sinyal listrik/elektronik yang representatif terhadap tekanan yang diukurnya, kemudian kita perlu presure transducer (kebanyakan orang menyebutnya pressure transmitter untuk alat yang bisa mengirimkan sinyal). Dan jika controller kita berupa controller pneumatic, maka kita perlu pneumatic pressure transmitter, bukan pressure transducer.

Jadi semuanya bergantung pada kebutuhan.

Sumbernya dari mana?
Itu haya pendapat TeknisiInstrument, dari berbagai sumber :) , jadi sangat mungkin salah

Salam,
TeknisiInstrument

Mengapa 4-20mA?

April 13, 2014 4 comments

Sebenarnya TeknisiInstrument-pun memiliki pertanyaan yang sama. Itu adalah pertanyaan klasik, yang TeknisiInstrument-pun belum pernah mendapatkan jawaban yang YA/TIDAK, dan jawaban yang selalu didapat tidak terlalu definitif, selalu memiliki alasan sendiri. Tapi akan dicoba mengutarakan apa yang pernah TeknisiInstrument dapat dari hasil mencari.

Image

Mengapa 4-20mA?
Pertama, karena ISA, melalui ISA-50.00.01-1975 (R2012) mengenai “Compatibility of Analog Signals for Electronic Industrial Process Instruments“, men-standard-kan sinyal untuk arus listrik sebesar 4-20mA. Pertanyaannya adalah, mengapa ISA memilih 4-20mA, tidak 5-21mA, atau 5-20mA, atau 5-25mA? Terdapat beberapa versi yang memberikan alasan dibalik itu semua, diantaranya:

  1. Untuk alasan safety, arus 20mA tidak akan menimbulkan percikan yang menghasilkan energi yang cukup untuk membakar sesuatu.
  2. Dipilih 4mA untuk zero-nya, hal ini menganut sistem live-zero, atau non-zero lower limit. Hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi apakah peralatan instrument failure atau tidak, jika sinyal yang diterima oleh receiver (misalnya dari transmitter ke controller/DCS) lebih kecil dari 4mA, maka controller/DCS akan mengidentifikasi bahwa transmitter tersebut failure, atau tidak terkalibrasi dengan baik, atau bahkan transmitternya rusak. Untuk beberapa transmitter, biasanya meng-clamp sinyal di 3,8mA jika transmitter rusak.
  3. Dari nomor 1 dan 2 di atas, kita mendapatkan rentang sinyal 4-20mA (span 16mA), sehingga kita (controller/DCS) bisa mendefinisikan, jika sinyal yang diterima keluar dari rentang tersebut, maka transmitter-nya rusak atau bermasalah.
  4. Dulu (konon) sinyal yang digunakan adalah 10-50mA, hal ini dikarenakan pada waktu itu, komponen utama dari peralatan elektronik untuk instrument kebanyakan menggunakan media elektromagnetik, dengan menggunakan koil. (mungkin ingat P/I converter jaman dulu) arus 50mA diperlukan agar komponen elektromagnetik memiliki eksitasi yang cukup untuk bekerja. Tapi sejalan dengan perkembangan elektronika, yang pada jaman ini sudah hampir menggunakan komponen elektronika sepenuhnya, sehingga tidak memerlukan arus sebanyak itu (50mA) agar komponen elektronika bisa bekerja dengan baik. Kebanyakan peralatan instrumentasi elektronik menggunakan tegangan TTL (1-5Vdc) sebagai tegangan yang diolah sebagai sinyal, dan kebanyakan memiliki impedansi antara 250-680ohm, sehingga sinyal 4-20mA cukup untuk bisa ditransmisikan melalui media kabel dengan impedansi total (plus impedansi transmitter) sebesar 250-680 ohm.
  5. Ada pendapat yang mengatakan bahwa 20mA merupakan sinyal yang dipakai pada mesin tik jarak jauh (teletypewriter) jaman dulu (ada juga yang menggunakan 60-an mA), teknologi teletypewriter ini juga digunakan sebagai teknologi remote telemetry (pengukuran jarak jauh) pada jamannya, yang kemudian diadopsi sebagai sinyal standard dunia industri (instrumentasi).
  6. dan (mungkin) masih banyak alasan lain, silakan gali google :)

Ada yang berpendapat mengenai 4-20mA, pendapatnya simple, seperti ini: “Take it as a given” hehehe… Menurut TeknisiInstrument, ada benarnya juga, karena tidak ada yang bisa memberikan alasan yang pasti hitam/putih. Jadi ya… terima saja hehehe…

Itu hanya pendapat yang berupa rangkuman dari hasil pencarian informasi tersebut beberapa tahun yang lalu, sangat mungkin salah, dan bisa saja akan menjadi bahan perdebatan, yang mudah-mudahan perdebatan yang membawa manfaat, aamiin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H


Assalamu ‘alaikum wrwb.
TeknisiInstrument mengucapkan Selamat Hari Raya Idul FItri 1434H.
Semoga semua amal baik kita dijadikan amal sholeh oleh Allah swt.
Aamiin.

Dengan segala kerendahan hati, TeknisiInstrument memohon maaf kepada semua pembaca blog TeknisiInstrument atas segala kesalahan ketik, kesalahan maksud dan ketidak-sadaran TeknisiInstrument dalam melakukan kesalahan di dalam mengelola blog ini.

Wassalam,
TeknisiInstrument

Categories: Uncategorized

Menyiasati Kegagalan Image Bakup pada komputer TT4000 Solar Taurus 70 Generator Set

August 1, 2013 6 comments

Pernahkan Anda mengalami komputer crash dan tidak bisa booting sebagaimana mestinya, kalaupun bisa booting, beberapa program corrupt? Jika Anda mengalami hal tersebut dan kita memiliki image backup (atau kloningan harddisk), kita bisa langsung me-restore-nya dengan mudah, dan komputerpun berjalan kembali. Mungkin hanya kehilangan beberapa state dari Windows dan program aplikasi. Tapi jika kita memiliki backup untuk windows state, dan data log dari program HMI, maka kita bisa me-restore-nya kembali setelah komputer kita restore dengan image backup terakhir.

Umumnya image backup dilakukan lebih jarang dibanding dengan backup datalog. Misalnya backup untuk data log dilakukan bulanan, sedangkan image backup dilakukan 6 bulanan atau bahkan tahunan, tergantung regulasi yang diberlakukan di perusahaan masing-masing.

TeknisiInstrument pernah mengalami masalah saat akan melakukan image backup komputer HMI pada TT4000 Solar Taurus 70 Generator Set. Software yang digunakan untuk melakukan image backup saat itu adalah Acronis True Image Home 2010 PC Backup & Recovery (TIH2010). Saat image backup berlangsung, TIH2010 tidak bisa mendeteksi resolusi monitor sehingga backup tidak bisa dilakukan. Hal ini terjadi mungkin karena PC yang digunakan merupakan customized PC yang digunakan untuk industrial PC, yang mungkin driver vga-nya tidak umum sehingga TIH2010 tidak bisa mendeteksi vga card-nya.

Apa mau dikata, TeknisiInstrument mencoba cara lain dengan menggunakan PC lain sebagai host-nya untuk menjalankan TIH2010 dan dengan demikian TeknisiIntrument harus melepas harddisk PC yang terpasang pada panel TT4000 tersebut.

Berikut langkah-langkah yang pernah dilakukan oleh TeknsiInstrument:

Identifikasi dulu PC yang mau kita image backup.

Setelah diketahui bahwa harddisk memiliki konektor IDE, maka siapkan USB to IDE adapter agar komputer lain bisa mendeteksi harddisk tersebut sebagai external harddisk.

Agar proses monitoring dan control dari TT4000 tidak terganggu, maka perlu dipasang HMI backup yang bisa menggantikan fungsi HMI utama yang akan kita image backup. Maka TeknisiInstrument memasang laptop sebagai HMI pengganti, yang di dalamnya sudah terpasang dan running aplikasi TT4000.

Setelah laptop sebagai HMI pengganti berfungsi dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah mematikan komputer HMI utama dan melepaskan harddisk untuk dipasang pada komputer lain sebagai hardisk external.

Setelah harddisk terlepas, kemudian langkah selanjutnya adalah memasangnya pada adapter USB-IDE.

Kemudian memasang harddisk tersebut sebagai harddisk external, dan ditancapkan pada laptop lain, tapi sayang sekali, TIH2010 tidak bisa mendeteksi harddisk tersebut, selidik punya selidik, ternyata power dari USB port laptop tidak cukup kuat untuk menghidupi harddisk yang kita jadikan harddisk external tadi. Sehingga perlu dicari cara agar harddisk mendapat catu daya yang cukup agar bisa dideteksi oleh sistem.

TeknisiInstrument selanjutnya menggunakan PC desktop, kebetulan ada maintenance PC yang biasa dipakai untuk troubleshooting.

Harddisk-pun sekarang mendapat catu daya dari power supply PC dekstop yang memadai, sehingga TIH2010 bisa mendeteksi harddisk saat PC Desktop booting dengan TIH2010 tersebut. Sehingga image backup-pun bisa dilakukan.

Alhamdulillah, imaga backup bisa dilakukan.

=================================

Disclaimer and Warning: Isi dari artikel ini bukan merupakan panduan melakukan backup, tapi hanya langkah yang pernah dilakukan oleh TeknisiInstrument untuk mensiasati masalah yang dihadapi. TeknisiInstrument tidak bertanggung jawab jika ada perkara apapun yang mungkin timbul baik secara langsung maupun tidak langsung dari tulisan ini. Pada artikel ini terdapat foto fasilitas/alat/equipment sebuah perusahaan, mohon untuk tidak mengunduh/men-download foto-foto tersebut untuk tujuan apapun tanpa seijin dari TeknisiInstrument. Adapun copy-paste isi arikel ini, dipersilakan jika memang diperlukan, tapi mohon tidak mengunduh foto-fotonya. Metoda backup ini harus dilengkapi dengan policy resmi yang dapat dipertanggung jawabkan. Karena aktivitas image backup dapat mengarah ke penggandaan yang mungkin bisa melanggar hak cipta. Sekali lagi, tulisan ini bukan merupakan panduan, saran dan istilah lain yang mengarah ke maksud itu. Di-share di blog ini hanya untuk knowledge-sharing murni secara teknis. TeknisiInstrument tidak bertanggung jawab jika ada akibat langsung dan/atau tidak langsung dari tulisan ini.

Range dan span itu di control process apaan artinya ya?

January 16, 2013 6 comments

Setelah sekian lama tidak menulis, TeknisiInstrument mendapat bahan diskusi sederhana namun mendasar, akhirnya dijadikan posting kali ini.

Berikut adalah cuplikan diskusi http://teknisiinstrument.wordpress.com/qa/tanya%E2%99%A5jawab-2/#comment-805

 Bahan Diskusi:

range_span_q

Diskusi:

range_span_a

 

 

Disclaimer: Tulisan di atas mungkin bukan definisi resmi atau yang sebenarnya menurut standard organisasi profesional, tulisan di atas hanya pendapat pribadi TeknisiInstrument, jadi kesalahan sangat mungkin terjadi.

Categories: Basic Knowledge

2012 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 69,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Categories: Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Fitri

August 18, 2012 6 comments

Assalamu’alaikum.

Teman-teman pengunjung blog TeknisiInstrument, TeknisiInstrument mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala kalpaan selama berinteraksi di dalam blog sederhana ini.
Semoga segala gerak-gerik dan tingkah laku kita dijadikan amal kebaikan serta kesuksesan menyertai kita semua. Aamiin.

Salam,
TeknisiInstrument

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 437 other followers

%d bloggers like this: