Home > General Instrumentation > Apakah Instrumentasi itu?

Apakah Instrumentasi itu?


Istilah instrumentasi merupakan istilah yang jarang diketahui oleh khalayak, tidak seperti halnya dengan istilah tekhik lainnya seperti listrik, elektronika, teknik pendingin, informatika dan lain-lain. Padahal, dunia instrumentasi, disadari atau tidak, sudah kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sederhana dari penerapan instrumentasi ini antara lain pada setrika listrik. Di dalam setrika tersebut terdapat sebuah elemen pemanas listrik sebagai sumber panas. Panas yang dihasilkan oleh setrika listrik tersebut haruslah sesuai dengan keinginan pemakai, karena setiap jenis kain yang disetrika memerlukan panas yang berlainan. Untuk memenuhi hasrat pemakai tersebut, maka di dalam setrika listrik tersebut dipasangi alat yang akan memutuskan aliran arus listrik ke elemen pemanas tadi. Secara umum alat tersebut dikenal sebagai termostat yang menggunakan bimetal. Apabila panas pada setrika tersebut telah mencapai setelan yang diinginkan, maka aliran listrik akan diputuskan, dan panas yang dihasilkan oleh setrika listrik tersebut akan berangsur turun, setelah melewati setelan bimetal, maka aliran listrikpun akan diberikan kembali kepada elemen pemasan tadi. Demikian seterusnya.

Contoh aplikasi lain dari sistem instrumentasi di dalam kehidupan sehari-hari adalah pemasangan saklar pelampung pada tangki air. Di dalam tangki penampungan dipasang saklar yang berpelampung, apabila air penuh sesuai dengan ketinggian yang diinginkan, maka pelampung tersebut akan mengubah kondisi saklar, dan saklar akan memutuskan aliran listrik ke pompa air. Apabila ketinggian air di dalam tangki turun sampai ketinggina yang telah ditentukan, maka pelampung akan mengubah kondisi saklar lagi, dan pompa airpun kembali mendapat pasokan listrik dan airpun akan bertambah kembali. Demikian seterusnya. Ada artikel dari seorang teman yang sering membuat tulisan di milis, namanya Kang Ruhe (Kang Ruhe, punten tulisannya dicomot ku abdi, neda widina…).

Inilah cuplikan sederetan kata yang membentuk kalimat, sehingga kalimat tersebut membentuk paragraf. Dan setiap paragraf yang disusun oleh Kang Ruhe tersebut memberikan gambaran makna dari apa itu instrumentasi. Inilah tulisan Kang Ruhe terasebut:

Prolog:

Ada satu syarat yang sering kali hilang dari orang-orang yang nyaris memenuhi syarat untuk berhasil, orang-orang hebat, orang-orang cerdas dan cemerlang. Satu syarat yang secara tersirat dipertanyakan oleh HRD Manager kepada kandidat pekerja dalam sebuah interview: “…Apakah orang ini type orang yang mampu mengaplikasikan fikiran abstract mereka kedalam karya nyata, sanggup memulai, konsisten dalam proses dan mengerjakan sampai tuntas hingga akhirnya menghasilkan? Atau apakah orang ini hanya akan menjadi orang yang beromong besar belaka…?” (disarikan dari kalimat J.Schwartz dalam TMOTB)

Kang, ari instrumentasi teh naon? Sabangsaning sasatoan sanes?

Instrumentasi bukanlah makhluk asing dari luar angkasa yang tidak kita kenal. Instrumentasi ada dan bersenyawa dalam keseharian kita, hanya mungkin beberapa di antara kita tidak menyadarinya. Tidak hanya di industri besar, di sekitar rumah, bahkan di dalam rumah pun kita bisa menemukan instrumentasi.

Contoh sederhana instrumentasi di rumah diantaranya, setrika listrik, kulkas, AC, TV, VCD/DVD Player, meteran listrik dan PAM. Pada setrika listrik instrumentasi membuat panasnya pas, tidak menjadi terlalu panas atau terlalu dingin, bisa diatur untuk berbagai jenis kain pakaian. Pada kulkas dan AC instrumentasi membuat temperatur terjaga pada derajat dingin yang kita inginkan. Pada TV instrumentasi membuat chanel tv pas, juga pada VCD dan DVD player, lebih jauh lagi, dengan fasilitas remote control instrumentasi membuat kita bisa mengendalikan alat-alat hiburan tersebut sambil tiduran. Pada meteran listrik dan PAM instrumentasi membuat kita membayar sesuai dengan jumlah listrik atau air yang kita gunakan, bayangkan bagaimana susahnya PLN & PDAM menentukan tagihan untuk berjuta pelanggan jika tidak ada meteran? Di masa depan yang dekat, bukan tidak mungkin kita mendapat pelayanan robot pembantu rumah tangga (Honda-ASIMO?) yang bekerja dan berinteraksi dengan kita layaknya manusia yang “sangat manusiawi” berkat sistem instrumentasi.

Contoh instrumentasi di luar rumah sangat banyak. Pada kendaraan yang kita gunakan, kita bisa tahu kecepatan mobil/motor, aki soak, bensin habis hanya dengan melihat panel berkat instrumentasi. Juga karena instrumentasi kendaraan bisa di jalankan dengan transmisi otomatis. Instrumentasi mempermudah pelayanan di POM bensin, kita tahu jumlah bensin yang di beli dan berapa yang harus dibayar hanya dengan melihat angka berputar pada panel. Instrumentasi membuat komunikasi dengan handphone lancar, ribuan bahkan jutaan sambungan terkoneksi lewat udara nyaris tanpa salah sambung hanya dengan identifikasi tekanan serangkaian nomor handphone. Instrumentasi menjadi jantung teknologi yang mengendalikan pesawat terbang. Instrumentasi membantu para dokter menolong pasien. Instrumentasi menjadi….banyak sekali contoh yang bisa disebutkan hingga mungkin cukup untuk dan dijadikan buku dan di buat seri seperti tetralogi laskar pelangi. Kedepan dalam waktu yang dekat, bukan tidak mungkin kita mendapatkan pelayanan publik seperti pesawat terbang otomatis tanpa pilot yang tak mengenal delay plus potensi kecelakaan minimal, kendaraan umum tanpa sopir dengan jalanan nyaris tanpa macet plus tanpa teriakan kondektur ongkos kurang,… kendaraan-kendaraan ini akan lalu lalang dan berhenti di tempat tertentu secara otomatis berkat sistem instrumentasi yang terintegrasi.

Bagaimana dengan instrumentasi di dunia industri? Operasi industri oil & gas, industri petrokimia (petrochemical) sangat bergantung pada instrumentasi. Pada umumnya operasi industri dengan tingkat bahaya tinggi dan bersekala besar dan kontinyu dimana operator manusia sudah tak sanggup menanganinya, beroperasi dengan menggunakan sistem instrumentasi. Beberapa besaran proses yang harus diukur dan dikendalikan pada suatu industri proses, misalnya aliran (flow) di dalam pipa, tekanan (pressure) didalam sebuah vessel, suhu (temperature) di unit heat exchange, serta permukaan (level) zat cair di sebuah tangki. Otomatisasi produksi masal pada industri manufaktur, pengendalian warna pada industri textil, pengendalian mesin-mesin berukuran raksasa seperti kecepatan putaran turbin dan tekanan yang dihasil compressor pada industri energi, adalah segelintir contoh yang operasinya diserahkan pada instrumentasi. Instrumentasilah yang menyebabkan perkembangan pesat industri dengan cara menggantikan ratusan bahkan ribuan operator manusia plus segala karater lemahnya dengan beberapa kotak panel pengendali otomatis di sudut ruangan yang nyaris tidak pernah berbuat salah, tak mengenal lelah dan tidak pernah demo menuntut kenaikan gaji. Kedepan bukan tidak mungkin sebuah pabrik hanya terdiri dari seorang manusia yaitu pemiliknya saja, sementara operasi diserahkan pada mesin-mesin otomatis dengan tim maintenance dan petugas lain adalah para autobot – robot otomatis. Ini bukan mimpi yang jauh sebab saat ini di jepang sudah ada industri pembuat robot yang beroperasi dimana operator pembuat robotnya adalah robot juga!

Jadi apa itu instrumentasi? Instrumentasi memiliki cakupan yang luas. Praktisi instrumentasi dituntut memiliki pengetahuan yang memadai dalam banyak cabang ilmu pengetahuan diantaranya matematika, fisika, kimia, mesin, listrik, elektronika, perangkat lunak, dll. Saya pribadi berpendapat instrumentasi layaknya filsafat, bedanya filsafat adalah pengejawantahan pencarian jawaban atas kata tanya “kenapa?” sedang instrumentasi adalah pengejawantahan pencarian jawaban atas kata tanya “bagaimana?”. Tuntutan untuk memahami cakupan ilmu yang luas inilah yang membuat saya tertantang mendalami instrumentasi, contoh sederhana ketika misal sedang memaintenance, men-setting ulang, mengkalibrasi sebuah instrument sederhana, electric pressure switch, saya dituntut untuk memahami bagaimana fisika gaya dan tekanan gas terhadap bellow, bagaimana kombinasi sistem mekanis below, pegas, tuas dan contact-switch bekerja saling mempengaruhi, bagaimana sistem kelistrikan bekerja pada contact-switch dan seterusnya dan seterusnya, prosesnya seperti ngakal dan akal-akalan dengan menggunakan potensi maksimal akal saya, ketika berhasil tuntas, kepuasaannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Beberapa orang menggambarkan instrumentasi dengan kata-kata yang indah sebagai “the art and science of measurement and control”. Atau dengan kata lain instrumentasi adalah seni dan ilmu pengetahuan sistem pengukuran dan pengendalian. Beberapa yang lain mengidentikan instrumentasi dengan otomatisasi. Para ahli mendefiniskan instrumentasi sebagai seni dan ilmu pengetahuan dalam penerapan alat ukur dan sistem pengendalian pada suatu obyek untuk tujuan mengetahui harga numerik variable suatu besaran (proses) dan juga untuk tujuan mengendalikan besaran (proses) supaya berada dalam batas daerah tertentu atau pada nilai besaran (proses) yang diinginkan (set point). Silakan berpusing ria dengan definisi rumit ini sebab saya juga perlu berulang-ulang membacanya dan ketika selesai,… tetap saja sukar bagi saya untk memahaminya, hehehe. Saya lebih suka definisi sepotong: “the art and science of measurement and control” yang terdengar enak di telinga.

Jika demikian pentingnya instrumentasi, kenapa di Indonesia instrumentasi nyaris tidak dikenal atau kalah pamor dengan elektro, informatika, komputer, kedokteran, akutansi, hukum, dll? Padahal instrumentasi sangat pesat di Jerman, Jepang dan India,… negara India yang notabene sama negara berkembang seperti kita. Bahkan konon katanya gara-gara penguasan pada instrumentasi, banyak orang India yang wara-wiri di Silicon Valley dan NASA di negeri pamannya si Sam sana. Sementara di Indonesia, untuk level pendidikan menengah yang di calonkan mengisi posisi teknisi hanya diajarkan secara komprehensif 4 tahun di satu sekolah menengah kejuruan, STM Pembangunan Bandung. Tenaga ahli madya selevel D3 baru UI, Undjani dan beberapa univeritas lainnya, sedangkan untuk sarjana, kebanyakan instrumentasi nyasar terselip beberapa SKS sebagai program studi di bawah Fisika, Teknik Industri atau Teknik Elektro, apesnya kondisi ini menghilangkan kesempatan saya untuk melanjutkan belajar instrumentasi hingga ke Strata 1 tanpa banting setir pindah jurusan atau menunggu kesempatan belajar ke luar negeri, hiks-hiks-hiks… Tolong koreksi jika fakta-fakta tentang pendidikan instrumentasi di indonesia ini salah.

Saya tidak tahu jawaban untuk pertanyaan “kenapa?” tadi dan tidak tertarik untuk mencari jawabannya sebab saya bukan filsuf. Yang saya tahu dan saya fahami hanyalah beberapa jawaban untuk pertanyaan bagaimana agar instrumentasi dikenal di Indonesia? Jawaban saya adalah dengan menulis coretan sederhana seperti ini dan menyebarkannya, meminjam kalimat gusdur: gitu aja repot, hehehe.

About these ads
  1. ayu
    October 21, 2009 at 16:01 | #1

    maaf, saya mw tny, klo rekayasa instrumentasi robotika itu apa aja manfaat’n??

    • teknisiinstrument
      October 21, 2009 at 22:30 | #2

      Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih sudah mampir di blog saya.

      Sebelum menjawab, saya memohon maaf dulu, karena bidang saya bukan di robotika, tapi instrumentasi dan kontrol.

      Sejauh yang saya tahu, instrumentasi itu luas, ada instrumentasi medis, instrumentasi kendali dan salah satunya mungkin instrumentasi robotika.

      Prinsip dari instrumentasi itu sendiri adalah untuk melakukan pengukuran, kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan yang diinginkan dan diolah sesuai dengan kaidah pengendalian/pengaturan yang dipakai, sehingga dapat melakukan koreksi apabila ada penyimpangan dari hasil pengukuran dengan yang diinginkan.

      Dengan adanya sistem instrumentasi, maka campur tangan manusia menjadi minimal, sehingga kesalahan akibat manusia (human error) dapat diperkecil pula.

      Dunia robotikapun demikian, ada parameter-parameter (biasanya mekanis, motion [gerak]) yang harus berada pada posisi tertentu agar robot yang dibuat/dijalankan sesuai dengan yang diinginkan.

      Misalnya ada sebuah robot yang dirancang untuk dapat melakukan pengeboran sebuah benda kerja dengan keakuratan yang tinggi. untuk dapat melakukan pengeboran yang akurat, robot harus dapat mengukur di titik mana dia akan mengebor, kemuidan dia akan melakukan koreksi gerak terhadap posisi mata bor yang sedang ada. Sehingga kaidah ukur->bandingkan->putuskan->koreksi dapat tercapai, sehingga pada akhirnya didapat hasil pengeboran yang diinginkan.

      Sehingga bidang instrumentasi yang diimplementasikan pada dunia robotika akan menimbulkan dampak efisiensi kerja yang lebih tinggi dan waktu produksi yang relatif lebih cepat serta mengurangi campur tangan manusia yang notabene sering menimbulkan kesalahan (human error)..

      Demikian semoga ada gambaran, sekali lagi mohon maaf jika jawabannya tidak pas.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  2. SSH
    January 26, 2010 at 21:00 | #3

    mas, kalo gitu, apa dong yang membuat ilmu elektronika dan ilmu instrumentasi dibedakan? Kan setau saya teknik kontrol begitu juga ada di elektronika…

    • teknisiinstrument
      January 27, 2010 at 10:36 | #4

      Setahu saya, dalam dunia instrumentasi, elektronika itu merupakan sarana untuk mengimplementasikan instrumentasi. Instrumentasi itu sangat luas cakupannya, bahasa sederhananya, instrumentasi ada dari mulai dapur kita di rumah sampai pesawat luar angkasa. Secara sederhana, instrumentasi itu adalah melakukan pengukuran suatu besaran (misalnya temperatur), kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan keinginan (setpoint), setelah dibandingkan kemudian diputuskan, apakah perlu dilakukan koreksi (judgement), kemudian tindakan koreksi dari deviasi yang mungkin terjadi.

      Awlanya, implementasi bidang instrumentasi di dunia industri menggunakan media pneumatik (udara bertekanan) sebagau sarana untuk mengirimkan sinyal dari sensor, kontroler dan aktuator.

      Misalnya Pak SSH menggunakn NTC atau PTC sebagai sensor temperatur, kemudian menggunakan op-amp untuk mengilah sinyal yang mewakili temperatur, op-amp tersebut berfungsi sebagai kontroler, kemudian misalnya menggunakan heater untuk aktuatornya. Memang ilmu elektronika banget, tapi konsep ilmunya adalah instrumentasi yang diimplementasikan menggunakan media elektronika.

      Sekarang ini, dunia instrumentasi menggunakan berbagai media untuk bisa berfungsi secara efektif dan efisien. sudah menggunakan perangkat IT, wireless communicarion, digital communication (modbus, HART, OPC, DDE, dan lain2) dan kadang masih menggunakan sarana/media pneumatic untuk aplikasi tertentu.

      Sejauh pengetahuan saya, di dunia instrumentasi, elektronika hanya sebagai media/sarana untuk melakukan kegiatan instrumetasi (measurement, comparison, judgement, correction).

      Jadi, instrumentasi dan elektronika, menurut saya, tidak bisa dibandingkan secara pear-to-pear, karena beda konsep.

      Ini instrumentasi versi wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Instrumentation

      semoga bisa menjawab.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  3. November 25, 2010 at 11:08 | #5

    salam kenal…

    sekedar share aja…
    saya pernah menggeluti dunia instrumentasi untuk pulp and paper. Saya menggunakan beberapa alat ukur seperti kekentalan, suhu, posisi, gerak atau kecepatan.

    Dunia instrument memang berkembang dan perlu diperdalam secara serius. media pembelajaran untuk instrumentasi perlu juga dikembangkan. Maklum sangat banyak perusahaan yang bermunculan dari bidang ini di indonesia.

    selamat belajar.

    • TeknisiInstrument
      November 25, 2010 at 21:52 | #6

      Salam kenal kembali Pak Jaka.
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini.

      memang betul Pak, dunia instrumentasi mengalami perkembangan yang cukup pesat saat ini.

      Mungkin Pak Jaka ada topik yang bisa dishare di blog ini, saya tunggu, mudah2an bisa menambah bahan bacaan dunia instrumentasi bagi kami yang sedang terus belajar.

      Sekali lagi, terima kasih atas kunjungannya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  4. Fakih
    July 21, 2011 at 20:19 | #7

    Wah sangat bermanfaat mas, menambah wawasan :)
    kebetulan baru masuk ke jurusan eletronika instrumentasi.
    Milis instrument yg mas sebutin diatas alamatnya apa ya?a instrumentasi.
    Milis instrument yg mas sebutin diatas alamatnya apa ya?

    • TeknisiInstrument
      July 22, 2011 at 07:16 | #8

      Kang Fakih, salam kenal
      Alhamdulillah kalau memang bermanfaat.
      Selamat atas masuknya ke jurusan elektronika instrumentasi.
      Milis yang saya maksud di atas adalah milis alumni sekolah saya dulu, dan bukan milis khusus instrument, cuman teman saya itu sering nulis masalah instrument.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      • July 23, 2011 at 20:03 | #9

        lam kenal juga mas :)
        iya, mas dulu dari jurusan apakah? Tek Fis? atau sama kayak saya atau apa?
        oh gitu aku kira khusus buat Intrument Enginering :)

  5. Fakih
    July 21, 2011 at 20:26 | #10

    Wah sangat bermanfaat mas, menambah wawasan :)
    kebetulan baru masuk ke jurusan eletronika instrumentasi.
    Milis instrument yg mas sebutin diatas alamatnya apa ya?

  6. TeknisiInstrument
    July 24, 2011 at 09:46 | #11

    Mas Fakih,
    dulu saya sekolah di STM, Mas…
    sampai sekarang pun, saya masih belajar :)

    Salam,
    TeknisiInstrument

  7. Jilli Abdi Rahman
    October 13, 2011 at 07:03 | #12

    Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh
    Saya sangat-sangat merasa bangga sekali walaupun saya terlambat mengetahui adanya tempat sharing unk berbagi ilmu instrumentasi yang akang bimbing,banyak inputan dari akang buat saya yang nota bene awam dengan istilah instrumentasi,
    Hatur nuhun kang…ilmu akang bermanfaat dunia dan akhirat,dunia utk kita dan akhirat utk akang…amiin YRA.
    Terima kasih..

    • TeknisiInstrument
      October 13, 2011 at 07:56 | #13

      Wa alaikum salam.
      Aamiin.. terima kasih doanya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  8. Jilli Abdi Rahman
    October 14, 2011 at 13:42 | #14

    Assalamualaikum ww..,

    Mau nanya ni kang,apa perbedaan fungsi dan aktual pengukuran pada level transmitter yang disebut istilah “dry leg & wet leg”?
    Apakah sama untuk cara pengkalibrasiannya?
    hatur nuhun pisan…n sukses selalu

  9. dion subastion
    December 31, 2011 at 12:50 | #16

    kak saya ingin bertanya tentang ini konsep, bahan, komponen sistem instrumentasi industri

    untuk tugas sekolah saya.
    terima kasih sebelumya……

    • TeknisiInstrument
      January 1, 2012 at 10:39 | #17

      Pak Dion Subastian,

      Salam kenal,
      Bisa lebih spesifik konsep apa yang ingin diketahui?
      Secara umum, konsep instrumentasi itu kurang lebih seperti siklus berikut:

      Pengukuran – Pembandingan (dg nilai yang dikehendaki) – Pengambilan keputusan – Koreksi

      [Measurement - Comparison - Judgement - Correction]

      Salam,
      TeknisiInstrument

      • January 1, 2012 at 13:12 | #18

        maaf kak nimbrung :D saya teman sekelasnya Dion kak , maksudnya dia itu dia bertanya ttg :
        - Konsep dari Sistem Instrumentasi Industri
        - Bahan-bahan Sistem Instrumentasi Industri
        - Komponen-komponen Sistem Instrumentasi Industri

        mohon dibantu juga kak , tugas sekolah nih >_<

  10. TeknisiInstrument
    January 1, 2012 at 23:59 | #19

    Salam kenal Mas/Mbak Meyhislunat dan Mas Dion,

    Untuk menjawab pertanyaan di atas, sepertinya memerlukan pemaparan yang rada panjang :).
    Jawaban saya pada tulisan yang saya posting di sini:
    http://teknisiinstrument.wordpress.com/2012/01/01/instrumentasi-pemahaman-awam-teknisiinstrument/
    Mohon maaf jika kurang mengena

    Salam,
    TeknisiInstrument

    • dion subastian
      January 2, 2012 at 16:08 | #20

      terima kasih banyak kak

  11. hafidzjay
    March 4, 2012 at 11:23 | #21

    Lam kenaal untuk teknisiInstrumen ,kami adalah salah satu sekolah kejuruan (SMK) di Kab.Bogor yang memilki program keahlian Teknik Instrumentasi Logam… “kami turut prihatin jagu melihat kondisi zaman sekarang ..banyak calon siswa baru yang belum mengenal dan mengerti tentang Instrumentasi sehinggga tiap tahun peminatnya sedikit atau limpahan dari jurusan lain …mudah2an dengan adanya forum ini paling tidak, ada sedikit gambaran apa itu Instrumentasi serta sering kali timbul juga pertanyaan…lapangan kerja apasaja untuk tamatan SMK jurusan Instrumentasi khususnya Instrumentasi LOgam???

    • TeknisiInstrument
      March 5, 2012 at 21:50 | #22

      Salam kenal kembali Pak Hafidzjay,
      Saya pernah mendengar jurusan Instrumentasi Logam, kalau saya tidak salah dengar, dulu nama jurusannya, Instrumentasi Gelas dan Logam. tapi itu dulu sekali, sekitar tahun 95-96an.

      Memang betul, instrumentasi tidak banyak dikenal oleh khalayak umum. Karena kiprahnya jarang yang bersentuhan dengan masyarakat. tidak seperti halnya dengan jurusan lain seperti otomotif, bangunan, listrik, elektronika, yang produknya bersentuhan langsung dengan masyarakat, sedangkan instrumentasi bersentuhan langsung dengan industri, jadi sangat terbatas orang yang kenal.

      Terima kasih atas dukungannya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  12. umar
    July 7, 2012 at 09:57 | #23

    Alhamdulillah saya baru saja diterima di instrumentasi univ. brawijaya. Ada tips2 khusus buat saya?

    • TeknisiInstrument
      July 20, 2012 at 23:12 | #24

      Alhamdulillah, syukur, TeknisiInstrument ikut senang.
      Tips? Tidak ada yang special, rajin baca dan eksperimen aja, insya Allah menambah skill dan wawasan.

      Salam,
      TeknisiInstrument

      • na
        April 17, 2013 at 17:48 | #25

        Apa sih bedanya instrumentasi ama teknik elektro? Dari segi mata kuliah keliatannya sama aja deh, nggk jauh beda.
        #temannya umar, wkwkw

        • April 17, 2013 at 22:11 | #26

          Pak/Bu Na,
          instrumentasi mempelajari dan menerapkan ilmu pengukuran sifat fisis dan kimia dari material/bahan industri untuk kemudian dikendalikan/dikontrol agar kadar/besarannya sesuai dengan yang dikehendaki. Termasuk parameter listrik di dalamnya.

          Contoh yang paling real adalah torn air Anda di rumah, dipasangi level switch (orang toko biasa menyebutnya radar) untuk mengukur ketinggian air di dalam tangki, kemudian jika sudah melewati ketinggian tersebut, maka pompa dimatikan secara otomatis, itu adalah contoh sederhana implementasi dari ilmu instrumentasi. Jika banyak parameter yang harus diukur dan dikendalikan secara otomatis, seperti pada dunia industri, maka penerapan instrumentasi sangat diperlukan.

          Contoh implementasi instrumentasi pada dunia elektro adalah AVR pada generator, PT akan mengukur tegangan keluaran generator, kemudian dibandingkan dengan tegangan yang dikehendaku, jika tegangan terbaca lebih besar dari set point, maka AVR akan mengurangi eksitasi pada exciter generator, begitu juga sebaliknya, jika tegangan keluaran generator yang terbaca oleh PT lebih kecil dari set point, makan AVR akan menambah eksitasi pada exciter generator.

          Saya yakin Pak/Bu Na bisa tahu perbedaan/persamaan antara instrumentasi dengan teknik elektro. :)

          Salam,
          TeknisiInstrument

  13. indrs
    August 9, 2012 at 20:18 | #27

    Good informasi

    • TeknisiInstrument
      August 14, 2012 at 16:32 | #28

      Terima kasih.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  14. adi
    September 4, 2012 at 14:15 | #29

    lam kenal kang…
    mau tnya nih cara setting parameter flowmeter magnetik.it ap j y yg di set?
    trima kasih…

    • TeknisiInstrument
      September 5, 2012 at 15:37 | #30

      Pak Adi,
      Salam kenal kembali.
      Flowmeternya merk apa, tipe apa ya?
      Apakah sudah coba baca manual book-nya?

      Salam,
      TeknisiInstrument

  15. eza ferdian
    January 20, 2013 at 20:23 | #31

    apa menurut bpak instrumentasi erat hubungannya dengan system mechatronic

    • January 23, 2013 at 06:04 | #32

      Dear Pak Eza Ferdian,
      Secara umum, dimana ada pengukuran dan pengaturan (pengendalian/control) di sana ada sistem instrumentasi yang diterapkan. Menurut yang pernah saya baca, mechatronics dulunya hanya bersinerginya dua disiplin ilmu, yaitu mechanical dan electronics, tapi sejalan dengan perkembangan aplikasinya, sekarang sudah merupakan gabungan dari berbagai disiplin ilmu seperti mekanikal, elektrikal, elektronik, kontrol/kendali dan ilmu komputer.

      Sebagai referensi, bisa dibaca di wikipedia:
      http://en.wikipedia.org/wiki/Mechatronics

      Salam,
      TeknisiInstrument

  16. Jilli Abdi Rahman
    January 24, 2013 at 12:36 | #33

    Bagaimana caranya mengkalibrasi control valve cam equal 50,dan arti dari pada equal 50 itu sendiri apa?…terimakasih kang

  17. April 11, 2013 at 19:33 | #34

    Malam pak..
    Salam “Teknisiinstrument!!!!!!!!”
    saya mau bertanya,begini:
    saya ingin membuat karya akhir dengan judul mengenai “ilmu instrumentasi pabrik”.
    sebelumnya saya kuliah ngambil jurusan Mekanik Industri.
    saya ingin meminta sedikit petunjuk kepada bpk mengenai ilmu instrumentasi ini,karna saya liat ilmu bpk kyaknya ngk tanggung2 lagi mengenai instrumentasi..
    jadi pertanyaan saya :
    1.Apakah kira2 menurut bapak judul KA yang cocok saya bawakan?
    ntah mengenai control valve,mengenai heat exchanger,alat ukur,dll
    2.Apabila judul itu yang akan saya jadikan juduk KA saya,kira-kira apa-apa saja faktor-faktor yang akan di bahas?
    3.Apa-apa saja yang akan saya jadikan permasalahannya???

    sampai disitu pertanyaanan saya pak,sebelumnya saya ucapkan terimakasih..

    • April 14, 2013 at 21:47 | #35

      Selamat Malam Mas Rindu,
      Wah… sungguh pertanyaan yang sulit dijawab hehehe… karena sangat subjektif.
      Saya akan coba dari sudut pandang TeknisiInstrument, mungkin sangat subjektif.

      rindu :

      jadi pertanyaan saya :
      1.Apakah kira2 menurut bapak judul KA yang cocok saya bawakan?
      ntah mengenai control valve,mengenai heat exchanger,alat ukur,dll
      2.Apabila judul itu yang akan saya jadikan juduk KA saya,kira-kira apa-apa saja faktor-faktor yang akan di bahas?
      3.Apa-apa saja yang akan saya jadikan permasalahannya???

      sampai disitu pertanyaanan saya pak,sebelumnya saya ucapkan terimakasih..

      1. Sesuai dengan background Mas RIndu yang “berbau” mekanik, mungkin masalah control valve akan menjadi topik yang menarik untuk dikupas.

      2.Jika akan membahas control valve, mungkin bisa mengulas mengenai prinsip kerja valve, komponen-komponen valve, jenis-jenis valve, kelebihan/kekurangan dari berbagai jenis valve, prinsip kerja actuator-nya, jenis-jenis actuator, komponen-komponen actuator, prinsip kerja control valve secara keseluruhan, fungsi control valve pada peralatan fasilitas produksi di pabrik, perawatan control valve, masalah-masalah yang sering timbul dan cara penanggulangannya pada control valve, pemakaian positioner untuk meningkatkan kinerja dari control valve dan lain-lain.

      3. Kayaknya sudah ada di point 2 di atas.

      Sekali lagi, TeknisiInstrument mohon maaf, jawaban di atas mungkin sangat subjektif.

      Jika Mas Rindu akan/sedang/telah melakukan PKL/PKP atau praktik sejenis di pabrik, ada baiknya dikonsultasikan dengan pihak pabrik tersebut, mungkin mereka punya topik yang lebih bagus.

      Semoga sukses dengan Tugas Akhirnya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  18. jemy
    May 1, 2013 at 15:34 | #36

    selamat sore semua .
    salam kenal ,
    nama saya jemy
    saya mau tanya ” kalau kerja dioffshore itu bagian teknik instrumen apa saja ya kerjanya ataupun biasanya jobdescription ” Kalau Bapak teman tau tolong dishare kan kalau boleh contohnya dan bukunya …. atau kira kira dimana biar kita bisa tau sebenarnya sistem yang dipakai dioffshore ? terima kasih sebelum dan sesudahnya , semoga bapak , rekan yang sudah memberikan sumbang saran selalu diberikan kesehatan dan rezeki dari Allah ….

    • May 5, 2013 at 11:11 | #37

      Selamat siang pak Jemy,

      Pekerjaan teknisi Instrument, biasanya tidak lepas dari loop check, kalibrasi, verifikasi, dan lain-lain. Jika Pak Jemy sudah bekerja di bidang instrumentasi di darat, maka jenis pekerjaannya tidak jauh berbeda dengan di offshore, hanya media prosesnya saja yang mungkin berbeda.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  19. hafidzjay
    August 13, 2013 at 12:15 | #38

    Kang Teknisi sy ad pertanyaan bagaimana langkah/prosedur kalibrasi suatu instrumen kontrol misal pressure gauge dan flowmeter secara umum..

    • August 17, 2013 at 11:21 | #39

      Kang Hafidzjay,
      Salam kenal.
      Secara prinsip kurang lebih seperti berikut:
      Misalnya pressure transmitter range input 0-300PSI, dengan output 4-20mA.
      Langkah-langkahnya kurang lebih:

      1. Berikan besaran pressure input sebesar 0 PSI, kemudian ukur miliampere output, harus 4mA. Kalau tidak dapat 4mA, lakukan adjusment pada transmitter (bisa melalui hart comm untuk smart transmitter, atau dengan mengatur “zero” adjust pada non-smart transmitter)

      2. Berikan pressure output maksimum (300PSI), kemudian ukur miliampere output, harus 20mA. Kalau tidak dapat 20mA, lakukan adjusment pada transmitter (bisa melalui hart comm untuk smart transmitter, atau dengan mengatur “span” adjust pada non-smart transmitter).

      3. Lakukan langkah 1 dan 2 sampai didapat angka konsisten 0psi input = 4mA, dan 300psi input = 20mA output.

      4. Lakukan verifikasi pada titik input 0% (0psi), 25% (75psi), 50% (150psi), 75% (225psi) dan 100% (300psi). Maka outputnya secara berurutan harus 4mA, 8mA, 12mA, 16mA dan 20mA.

      Mengenai detail step-by-step, biasanya selalu dicantumkan di dalam manual book instrument yang bersangkutan.

      Semoga membantu.
      Salam,
      TeknisiInstrument

  20. asep mulyadi
    February 2, 2014 at 09:16 | #40

    selamat pagi pak..

    saya bekerja di bagian proses di sebuah kontrolroom (DCS) saya sangat tertarik dengan teknik instrumentasi karna ilmunya luas,,semakin berkembang, dan tidak membosankan saya setiap hari bekerja cuma memonitor proses dan ingin tahu bagai mana cara membuat program tersebut berjalan. semua plant dapat dikendalikan hanya di satu tempat saja.
    apa saja yang harus saya pelajari dari awal hingga mahir dalam hal tersebut..

    terimakasih

    salam
    asep mulyadi

    • February 9, 2014 at 22:29 | #41

      Pak Asep Mulyadi,
      Saya juga masih belajar Pak. Tapi mungkin bisa dipelajari hal-hal berikut:
      - Pengukuran Besaran Proses
      - Ilmu Pengendalian Proses.
      - Dasar elektronika/komputer/sedikit script pemograman.
      - Dasar kominikasi data
      - dll.

      Oh ya, di dunia industri, pada sebagian perusahaan ada yang membedakan bidang di field dan di control room, untuk bagian dari marshalling cabinet ke field device dimasukkan ke dalam bidang instrumentasi, dan dari marshalling cabinet ke dalam (control room) dimasukkan ke dalam bidang otomasi/automation/system. Tidak mutlak sih, tapi pada beberapa perusahaan (katanya) demikian.

      Salam,
      TeknisiInstrument.

  21. machfud
    February 24, 2014 at 00:47 | #42

    Selamat Pagi

    Saya masih bingung dengan cable instrument? saya pasang cable dari controller ke sensor sekitar 100 m tp tetap tidak connect. mohon bantuan nya jenis cable intrument dengan keterangan seperti ini: (manual book)

    R = 36 ohms, A = 0.75 mm², k = 56 m ohms-1 mm-2
    L = 36 x 56 x 0.75/2 = 756 m

    mohon bantuan nya Standart kable instrument seperti apa ?
    kalo beli kemana atau sebut apa biar mengerti yang dimaksud cable di atas?

    • March 10, 2014 at 10:26 | #43

      Selamat Pagi Pak Machfud,
      Sensor apakah yang dimaksud? Apakah sudah berupa transmitter yang bisa mengirimkan sinyal (misalnya 4-20mA)? Kemudaian, apakah controller-nya sudah memiliki kecocokan jenis sinyal dengan transmitter-nya?

      Untuk control loop 4-20mA (misalnya dari transmitter ke controller) biasanya memerlukan impedansi loop sekitar 250 sampai 500 ohm, silakan verifikasi ke manual book transmitter/controller-nya.

      Adapun jenis kabelnya, biasanya berupa kabel serabut dengan ukuran penampang 1.5mm2, dilengkapi dengan shield. Selama impedansi totalnya berada pada rentang yang diijinkan (bisa mengacu ke manual book), maka sepertinya jarak tidak terlalu berpengaruh (mohon koreksi).

      Setelah yakin transmitter dan controller menggunakan jenis sinyal yang sama (misalnya 4-20mA), keduanya sudah dikalibrasi, maka bisa dicoba untuk dilakukan loop check, dengan memberikan sinyal dari transmitter ke controller. Jika loop-nya sudah bagus, maka controller akan menerima sinyal sama dengan yang dikirim oleh transmitter.

      Mohon maaf jika kurang membantu.
      Salam,
      TeknisiInstrument

  22. nurul
    March 12, 2014 at 20:35 | #44

    kak, klo instrumentasi dlam kesehatan lingkungan apa-apa aja ya?

    • March 14, 2014 at 17:22 | #45

      Nurul,
      Salam kenal,
      Wah… terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
      Kesehatan lingkungan-nya itu sendiri batasannya apa dulu. Karena menurut TeknisiInstrument, kesehatan lingkungan banyak hal non-teknis-nya.

      Kalau ditanya mengenai instrumentasi di dunia kesehatan, mungkin bisa lebih mengerucut. Contohnya adalah sensor detak jantung, dll.

      Mohon maaf tidak bisa menjawab dengan baik.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  1. January 1, 2012 at 23:57 | #1
  2. July 31, 2012 at 06:29 | #2
  3. January 4, 2014 at 20:43 | #3

Silakan tulis komentar Anda... Terima kasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 413 other followers

%d bloggers like this: