Home > PLC > Self-Made PLC Training KIT

Self-Made PLC Training KIT

Pada zaman modern sekarang ini, perangkat digital banyak kita temukan dalam kehidupan keseharian kita. Perangkat digital tersebut diantaranya adalah telepon selular cerdas, tablet PC, laptop, kamera digital, mesin cuci dengan fuzzy logic, televisi cerdas, dan pemutar cakram DVD dan perangkat elektronik digital lainnya. Perangkat-perangkat tersebut merupakan produk era digital.

Hal yang sama juga terjadi di dunia otomasi industri. Banyak sekali divais elektronik digital yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan yang pada akhirnya akan perusahaan agar tetap beroperasi.

Dimulai dari sensor, kemudian dilanjutkan kepada pengendali dan akhirnya sampai pada actuator, divais elektronik digital mengambil peranan penting dalam melaksanakan tugasnya agar proses produksi tetap berjalan semulus yang diinginkan.

PLC merupakan salah satu pengendali digital yang banyak dikenal dan umum digunakan. PLC dirancang dengan memiliki fleksibilitas agar mudah digunakan dan diimplementasikan pada sistem pengendalian di industri. Salah satu keunggulan PLC jika dibandingkan dengan divais pengendali elektronik konvensional lainnya adalah kemudahan dalam penggunaannya, yakni dengan cara membuat program tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengendalikan proses di industri.

Banyak peralatan di industri yang dikendalikan oleh PLC, seperti kompresor gas yang digerakkan oleh motor listrik maupun mesin turbin, generator listrik yang digerakkan oleh mesin turbin, baik turbin gas maupun turbin uap, perangkat pendingin ruangan yang berkapasitas besar dan lain-lain.

Karena fiturnya yang bisa diprogram, merupakan sebuah tantangan bagi para teknisi industri  khususnya teknisi Electrical dan Instrument dab bahkan Mekanik yang bekerja di lokasi kerja tertentu untuk dapat membuat perubahan atau modifikasi program sesuai dengan kebutuhan proses industri seperti pemasangan peralatan tambahan baru dan lain-lain. Sehingga, keterampilan dalam melakukan pengawatan, perakitan, pemrograman dan penelusuran masalah (troubleshooting) PLC sangatlah diperlukan untuk kelancaran proses industri. Pengetahuan dan keterampilan para teknisi perawatan peralatan industri memang bisa ditingkatkan dengan cara mengikuti program pelatihan pada sebuah lembaga pelatihan yang cukup dikenal reputasinya. Akan tetapi, kenyataanya, program pelatihan tersebut hanya bersifat pengenalan sehingga pengetahuan yang lebih mendalam serta keterampilan (bahasa gayanya: skill) mengenai PLC masih tetap harus ditingkatkan secara terus menerus agar keterampilan yang sudah didapat semakin terasah. Memang hal ini dapat dilakukan dengan cara mengikuti program pelatihan yang bersifat intensif, akan tetapi, hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Menurut penawaran beberapa lembaga pelatihan yang melaksanakan program pelatihan PLC, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu orang peserta dalam mengikuti program pelatihan PLC selama 5 hari berkisar antara tujuh sampai  sepuluh juta rupiah untuk pelatihan dasar PLC.

Melihat dan menelaah masalah di atas, muncullah gagasan agar pelatihan PLC dimaksud dapat diselenggarakan secara internal pada perusahaan itu sendiri, tentunya harus ada paling tidak satu orang yang memang paham PLC. Akan tetapi pelatihan PLC tidah bisa dilakukan hanya dengan pertemuan di kelas saja, harus ada semacam praktikum agar peserta bisa bersentuhan langsung dalam mengasah keterampilannya. Dari situlah dirancang sebuah perangkat yang dapat dijadikan alat praktikum peserta pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri.

Untuk menghemat biaya, dimanfaatkanlah sparepart atau suku cadang PLC yang tersimpan di gudang, sebagai onderdil cadangan manakala ada salah satu atau lebih modul PLC yang bermasalah. Selama menjadi spare part, modul-modul tersebut sama sekali tidak memberikan manfaat selain memberikan rasa nyaman kepada pihak maintenance section karena merasa aman manakala ada modul yang rusak, tinggal ambil dari gudang dan menggantinya.

Untuk dapat mengambil manfaat dari sparepart yang menjadi cadangan tersebut sejalan dengan ide di atas, maka semua peralatan yang digunakan untuk membuat perangkat pelatihan PLC (PLC training KIT ini) menggunakan spare part yang memang sudah tersedia di gudang dan beberapa material berasal dari sisa proyek yang teronggok sebagai “sampah” dan beberapa barang bekas dari tempat pembuangan sementara di tempat bekerja yang siap dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Berikut ini material yang digunakan oleh TeknisiInstrument dalam membuat perangkat praktikum pelatihan PLC, semua modul PLC adalah buatan AllenBradley™:

  1. Power supply 24vdc
  2. Rack: part number 1746-A7
  3. Rack power supply: part number 1746-P3
  4. CPU: part number 1747-L542
  5. Digital input module: part number 1746-IB16
  6. Digital output: part number 1746-OW16
  7. Analog input module: part number 1746-NI4
  8. RTD input module: part number 1746-NR8
  9. Frame: dibuat dengan memanfaatkan tubing SST ¾” bekas yang dibersihkan terlebih dahulu serta cable tray SST, yang juga bekas
  10. Terminal stripes: ex-project and sebagai saparepart
  11. Push buttons
  12. Lampu indikator
  13. Miniature Circuit Breaker
  14. Fuses and fuse boxes
  15. Buzzer
  16. Kabel: ex-project and untuk sparepart
  17. Material tambahan lainnya (ex-project dan barang  bekas yang masih dapat digunakan): cable duct, mounting bolts, DIN rail, cable ties, dll)
Dan beginilah penampakannya:
Saat pembuatan/perakitan

Saat pembuatan/perakitan

Saat pengujian

Saat pengujian

Disclaimer:
Semua merk yang disebutkan dan/atau digambarkan adalah milik pemegangnya, ditulis dalam artikel ini hanya sebagai ilustrasi, tanpa ada interest apapun. Tulisan ini bukan merupakan panduan, hanya sebuah langkah yang pernah dilakukan oleh TeknisiInstrument. TeknisiInstrument tidak bertanggung jawab jika ada hal negatif yang timbul dari tulisan ini.
  1. September 28, 2011 at 22:58 | #1

    Pertanyaan sederhana saja Kang: “Apakah produk Akang ini sudah siap dipasarkan?” haturnuhun :-)

    • TeknisiInstrument
      September 28, 2011 at 23:35 | #2

      Waduh… pertanyaan bagus… dan sulit dijawab… heheheh
      ini dibuat untuk konsumsi kalangan sendiri…
      Tapi kalau ada yang pesan… siap merakit lah….

      Salam,
      TeknisiInstrument

  2. dika
    September 30, 2011 at 15:33 | #3

    Aslm
    Kang ade
    Salam instind
    Bagus sekali kang rakitan ya…jadi iri pgn pnya hehe
    Owy kang maaf sya mw nanya..kenapa hasil pembacaan antara plc dgn d lapangn kq beda ya.cntoh misal ya lvel transmtter bca lvel 68% tpi tmpilan d control room kq 82%..kira kira apa ya kang masalah ya..mksh kang

    • TeknisiInstrument
      September 30, 2011 at 20:52 | #4

      Wa alaikum salam wrwb.
      Kang Dika, terima kasih.
      Coba periksa subroutin untuk scalling, biasanya analog input menghasilkan raw data yang kurang begitu friendly, untuk dapat dilihat sebagai engineering unit (misalnya %, PSI, degC dll), raw data tersebut diolah dulu dengan menggunakan routine scalling, atau bisa menggunakan operasi aritmatik sederahana.
      Jadi, untuk kasus Kang DIka, saran saya, coba periksa dulu scalling-nya…

      Salam,
      TeknisiInstrument

  3. dika
    October 3, 2011 at 06:24 | #5

    Maaf kang sya gx ngrti..cara periksa scalling ya gmna kang..
    Maaf kang harap maklum.

    • TeknisiInstrument
      October 3, 2011 at 16:39 | #6

      PLC-nya merk apa? tipe berapa?

      Salam,
      TeknisiInstrument

  4. dika
    October 3, 2011 at 06:27 | #7

    Maaf kang sya mash awam.. Gmna periksa scalling…

  5. juare97
    October 7, 2011 at 22:50 | #8

    Di tempat saya juga ada yang kreatif bikin seperti itu.
    Berguna sekali bagi rekan-rekan yang ingin mempelajari PLC sebelum terjun nyoba di lapangan. (termasuk saya dulu pernah pakai)
    Selain itu kalau ada Anak KP pengen belajar tinggal pakai saja.

    Fyi,
    Nah saya pernah lihat training kitnya Rockwell. Bagus designnya. Barang2nya dalam koper alumunium/besi apabila dibuka bisa langsung di pakai untuk training. Tapi yah harganya cukup mahal.

    Sekedar usul, mungkin sekalian pasang panel view di kit tersebut sehingga jadi lebih lengkap sistemnya. Ada PLC dan HMI/MMI.

    • TeknisiInstrument
      October 8, 2011 at 09:10 | #9

      Pak Juare97,

      Terima kasih atas saran dan usulnya. Sayang sekali, saat ini tidak ada panelview yang lagi jadi spare di sini Pak.. hehehe. Ke depannya mudah2an ada spare yang bisa dimanfaatkan.

      Salam,
      TeknisiInstrument.

  6. Muhammad Ichsan
    October 30, 2011 at 03:14 | #10

    Kreasi yg cukuo baik..tp kok tdk ada penjelasan tentang softwarenya..padahal konfigurasi,function logic diagram dll..software merupakan suatu yg tdk terpisahkan dari hardware PLC itu sendiri..Saleem

    • TeknisiInstrument
      October 31, 2011 at 06:11 | #11

      Pak Muhammad Ichsan,
      Terima kasih atas kunjungannya ke blog sederhana ini. Betul sekali Pak, PLC tidak bisa dipisahkan dari logic-nya. Terima kasih atas sarannnya, ke depannya, mudah-mudahan bisa dikupas mengenai software-nya.

      Salam,
      TeknisiInstrument

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 117 other followers